Pengembangan Bahan Ajar TP
Sepak Takraw dilengkapi Bahan
Audiovisual untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha
I
Wayan Artanayasa
I Ketut Semarayasa
Jurusan Penjaskesrek,
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail:iwayan.artanayasa@yahoo.com,
Abstrak
Penelitian ini
dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan materi pokok bahan ajar mata kuliah
dan latihan-latihan/tugas-tugas yang diperlukan untuk menunjang tercapainya
kompetensi lulusan yang diharapkan.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengadaptasi
model Dick and Carey (1985). Subyek
penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Jurusan Penjaskesrek yang mengambil mata kuliah . Instrumen penelitian yang digunakan
adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Hasil penelitian dianalisis secara
deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Kebutuhan akan bahan ajar TP sepak
takraw sangat mendesak; b) terdapat enam materi pokok utama pada mata kuliah TP
sepak takraw : sejarah sepak takraw; fasilitas
sepak takraw; teknik-teknik bertahan
dalam sepak takraw; teknik-teknik menyerang dalam sepak takraw; teknik-teknik servis dalam sepak takraw; dan
6) peraturan dan perwasitan dalam sepak takraw; c) terdapat dua jenis
latihan-latihan/tugas-tugas yang dikembangkan yaitu menjawab pertanyaan uraian,
dan demonstrasi; d) materi pokok bahan audiovisual yaitu implementasi
keseluruhan pengetahuan, skills, dan keterampilan teknik dasar bermain sepak
takraw yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon guru, pembina, dan
pelatih yang profesional; e) latihan-latihan yang terdapat pada bahan
audiovisual yaitu tanggapan/penilaian mahasiswa terhadap hasil kemajuan latihan
sendiri dan juga mahasiswa lain.
Kata-kata
kunci : Penelitian pengembangan, bahan ajar,
audiovisual
PENDAHULUAN
|
Bahan ajar merupakan bagian pentingng dalam
pelaksanaan pendidikan disekolah. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah
dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam
belajar (Hutajulu, 2013). Bahan ajar
dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik
materi ajar yang akan disajikan. Tanpa bahan ajar mustahil pembelajaran akan
terwujud karena bahan ajar menyangkut materi-materi apa saja yang akan
diajarkan kepada peserta didik. Pemilihan bahan ajar secara langsung ikut menentukan
ketercapaian tujuan pembelajaran. Tepat tidaknya atau sesuai tidaknya bahan ajar dengan tujuan
dan kompetensi yang diharapkan akan menentukan tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran. Pengembangan
bahan ajar berkaitan erat dengan perencanaan pembelajaran. Pengembangan bahan
ajar perlu memperhatikan berbagai aspek seperti kondisi kesiapan siswa dalam
menerima pelajaran, materi yang akan dipelajari, dan kesiapan guru terhadap
materi yang akan diajarkan dalam proses pembelajaran (Primaindrayani, 2014).
Dengan kata lain, dalam membuat perencanaan pembelajaran khususnya pembuatan
bahan ajar, haruslah memperhatikan ketiga hal tersebut. mahsiswa, materi, dan
guru/dosen merupakan komponen utama dalam kegiatan pembelajaran, karena
itulah ketiga aspek tersebut harus diperhatikan dalam membuat perencanaan
pembelajaran dan bahan ajar.
Penelitian
terkait dengan pentingnya pemilihan bahan ajar yang tepat bagi peserta didik
sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Prasetya (2011) melakukan sebuah penelitian pengembangan
yang dilaksanakan di SMP Kelas VII
Semester 1 Di SMP Negeri 8 Malang dan juga menyatakan bahwa bahan
pembelajaran merupakan faktor eksternal mahasiswa yang mampu memperkuat
motivasi internal untuk belajar. Bahan pembelajaran yang didesain secara
lengkap, dalam arti, ada media dan sumber belajar yang memadai akan
mempengaruhi suasana pembelajaran.
Astantry (2013) juga melakukan penelitian pengembangan bahan ajar LKS
dalam proses melajar mengajar Penjasorkes bagi siswa kelas V di SD Islam
Ta’allumul Huda Kecamatan Bumiayu tahun pelajaran tahun ajaran 2012/2013.
Dimana kesimpulan hasil penelitiannya Astantry (2013) adalah bahwa
pengembangan produk bahan ajar LKS dalam proses belajar mengajar dan bagi
siswa kelas V di SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu sangat efektif.
|
|
|
|
|
Penelitian-penelitian
tersebut di atas mendukung pernyataan yang dikemukakan oleh Renandya (2013)
dalam Hapsari (2013) yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang menentukan
motivasi peserta didik dalam pembelajaran adalah bahan ajar. Bahan ajar baik
yang berbentuk tertulis maupun lisan haruslah menarik dan relevan bagi bagi
siswa. Bahan-bahan ajar tersebut haruslah bisa membangkitkan minat dan juga
motivasi peserta didik untuk belajar aktif dalam proses belajar dan mengajar.
Dimana, bahan ajar tersebut bisa memfasilitasi mereka untuk mengembangkan tidak
hanya aspek hardskills mereka tetapi
juga aspek softskills. Dengan
demikian, bahan ajar seharusnya didesain sesuai dengan kebutuhan peserta didik,
kebermanfaatan, mencerminkan real life
situation dan sesuai dengan level
peserta didik.
Bahan
ajar yang baik juga pastinya dibutuhkan bagi mahasiswa Jurusan Penjaskesrek untuk mata kuliah TP sepak
takraw terutama teknik dasar permainan
sepak takraw. Mata kuliah TP sepak takraw
terutama teknik dasar permainan sepak takraw merupakan mata kuliah wajib
yang harus diambil oleh mahasiswa semester III. Mata kuliah ini merupakan salah
satu mata kuliah penciri jurusan. Standar kompetensi yang diharapkan pada mata
kuliah ini adalah mahasiswa mampu mendemonstrasikan teknik teknik dasar
permainan sepak takraw. Mata kuliah
ini menjadi sangat penting mengingat TP sepak takraw merupakan mata kuliah
keterampilan yang wajib dikuasai oleh calon guru penjasorkes untuk menjadi guru
yang professional. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi adalah bahan ajar dan
buku-buku yang selama ini beredar dan digunakan dalam pembelajaran tidak
meyediakan ruang yang banyak bagi mahasiswa untuk bisa melakukan dua hal itu.
Kadang bahan ajar hanya berisi tentang pengetahuan saja, tanpa praktik
keterampilan atau sebaliknya. Hal ini sudah barang tentu menjadi masalah bagi
mahasiswa.
Penggunaan
bahan ajar yang kurang efektif
dibuktikan dari beberapa analisis. Analisis tersebut adalah 1) buku teks
yang digunakan tidak menampung semua kompetensi lulusan yang diharapkan. Salah
satu kompetensi lulusan yang diharapkan adalah
mahasiswa mampu memahami,
menguasai, mendemonstrasikan dan nantinya mengajar siswa ketika nantinya
menjadi seorang Guru Penjasorkes. Akan tetapi, buku teks yang digunakan sebagai
pegangan mahasiswa hanya parsial. Buku teks tersebut hanya berisi teknik dasar
secara umum saja, untuk teknik yang khusus tidak dijelaskan. Disamping itu buku
atau bahan ajar untuk TP sepak takraw sulit sekali ditemukan. Buku teks
tersebut hanya mengakomodasi kebutuhan mahasiswa visual, padahal hasil tes
strategi belajar yang dilakukan pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa
memiliki strategi belajar audio juga, selain visual dan kinestetik. Kesesuaian
buku ajar dengan strategi belajar mahasiswa juga mampu meningkatkan minat dan
motivasi mahasiswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, tujuan pembelajaran
akan terwujud dengan efektif.
Penggunaan
buku ajar yang kurang efektif sudah pasti akan menimbulkan permasalahan.
Masalah yang pastinya muncul dari kekurangefektifan bahan ajar yang digunakan
adalah tujuan dari mata kuliah ini tidak mampu secara optimal dicapai oleh
mahasiswa. Mereka hanya mampu menguasai sebagian kompetensi yang seharusnya
dimiliki.
Berdasarkan
paparan di atas, penulis berkeinginan untuk membuat penelitian yang bertujuan
untuk mengembangkan bahan ajar, terutama bahan ajar untuk mata kuliah TP sepak
takraw terutama teknik dasar permainan sepak takraw. Bahan ajar ini tidak hanya
berisi tentang teori-teori tentang teknik dasar permainan sepak takraw tetapi
juga berisi latihan-latihan dan tugas-tugas yang harus dikerjakan mahasiswa
guna memberi keterampilan yang cukup kepada mereka yang pada akhirmya mampu
meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknik dasar permainan sepak
takraw. Bahan ajar ini juga dilengkapi
dengan CD audiovisual untuk mengakomodasi semua strategi belajar yang dimiliki
oleh mahasiswa.
METODE
Penelitian ini
merupakan jenis penelitian
pengembangan.Model Pengembangan di adaptasi dari Dick dan Carey (1985, 2001
dalam Gagné dkk., 1992; in Gall dkk., 2003). Objek penelitian adalah bahan ajar
yang digunakan oleh mahasiswa jurusan Bahasa Inggris DIII. Subyek penelitian adalah praktisi sepak
takraw dan mahasiswa semester III di Jurusan Penjaskesrek Universitas
Pendidikan Ganesha. Data dikumpulkan melalui kuesiner dan wawancara. Data yang
terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif maupun kuantitatif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Gambaran Kebutuhan bahan ajar mata kuliah TP sepak takraw terutama teknik dasar permainan
sepak takraw bagi mahasiswa semester III Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha.
Dalam rangka mengumpulkan data tentang kebutuhan bahan
ajar ini, peneliti mengambil data dengan kuesioner dan wawancara kepada dua
orang pengajar/pembina dan pelatih sepak takraw, serta pada semua mahasiswa
yang mengambil mata kuliah TP Sepak takraw.
Data dari pengajar/pembina dan
pelatih digunakan untuk mengetahui kompetensi-kompetensi apa saja yang
seharusnya dimiliki oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP sepak takraw
sehingga kelak ketika mereka lulus, mereka mampu bersaing dan bekerja secara
profesional. Sementara, data dari mahasiswa digunakan untuk mengetahui sejauh
mana pemahaman mereka tentang mata kuliah TP sepak takraw, minat dan motivasi mereka terhadap mata kuliah ini, preferensi
strategi belajar mengajar yang mereka inginkan, dan sikap mereka terhadap mata
kuliah ini. Ini sangat penting untuk dilakukan guna menjembatani benturan
antara ekspektasi para praktisi dan kondisi nyata yang dimiliki oleh mahasiswa,
sehingga dosen akan bisa membuat bahan ajar dan menggunakan strategi
pembelajaran yang tepat dan berkualitas untuk membantu mahasiswa mencapai
tujuan belajarnya.
Berikut ini adalah hasil kuesioner dari masing-masing
pihak
Tabel 01.Hasil Kuesioner Praktisi Sepak Takraw
|
Subyek
|
Pernyataan
|
Sangat Penting
|
Penting
|
Tidak Penting
|
Sangat
Tidak Penting
|
Ket
|
|
1 dan 2
|
Memahami hakikat dari
belajar TP sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
|
Memahami sejarah sejarah
sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
|
|
Memahami teknik dasar
dalam sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
|
|
Mampu mendemonstrasikan
secara baik dan benar teknik dasar
sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
|
|
Memahami peraturan
permainan dan perwasitan dalam sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
Tabel 02. Tabel Hasil Kuesioner dari Mahasiswa yang
Mengambil Mata Kuliah TP sepak takraw
|
Subjek
|
Pernyataan
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
|
|
1,2,3,4,5,6
7,8,9,10,11,12
14,15,16,18,19,20,
21,22,23,24, 25,26,27,28
|
Saya suka Mata Kuliah TP Sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
|
13,17, 25,28
|
|
√
|
|
|
|
|
|
1,5,6
7,8,9,10,11,12,13,15,16,17,18,19,20,
21,22,23,2425,27,28
|
Saya ingin menjadi pemain
sepak takraw yang profesional
|
√
|
|
|
|
|
|
2,3,4,14,26
|
|
√
|
|
|
|
|
|
10
|
Saya tahu keterampilan
teknik dasar TP sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
|
1,2,3,4,5,6,7,8
9,11,12,13,14,16,17,20
21,22,23,24, 26,27,28
|
|
|
√
|
|
|
|
|
15,16,18,19
|
|
|
|
√
|
|
|
|
1,7
|
Saya bisa
mendemonstrasikan teknik dasar dalam bermain sepak takraw
|
√
|
|
|
|
|
|
2,3,4,5,6,7,8
9,10,11,12,13,14,16,20
21,22,23,24, 25,26
|
|
√
|
|
|
|
|
|
15,17,18,19,27,28
|
|
|
|
√
|
|
|
|
2,3,4,6,7,8,9,10
11,13,14,15,16
17,18,20,21,22,
23,24,28
|
Saya suka belajar dengan
mendengar dan melihat langsung
|
√
|
|
|
|
|
|
1,5,12,19,26,27
|
|
√
|
|
|
|
|
|
,3,4,6,7,8,9,10
11,13,14,15,16
17,18,20,21,22,
23,24, 25,26,27,28
|
Saya suka belajar dengan
membaca literatur
|
|
|
|
√
|
|
|
1,5,12,19
|
√
|
|
|
|
|
|
|
1,3,4,6,7,8,9,10
11,13,14,15,16
17,18,20,21,22,
23,24,25
|
Saya suka belajar sendiri
|
|
|
|
√
|
|
|
2,5,12,19, 26,27,28
|
√
|
|
|
|
|
|
|
1,2,3,4,6,7,8,9,10
11,19,13,14,15,16
17,18,120,21,22,
23,24,25,26,27,28
|
Saya suka belajar
berkelompok
|
√
|
|
|
|
|
|
5,12,17
|
|
|
√
|
|
|
|
|
Semua subyek
|
Saya suka mengerjakan
latihan dan tugas yang bersifat praktek
|
√
|
|
|
|
|
Materi Pokok Mata Kuliah TP Sepak Takraw
Materi pokok mata kuliah TP Sepak Takraw ini dirancang dengan memperhatikan masukan
dari berbagai kalangan yang meliputi: praktisi,
mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah, kurikulum, dan
karakteristik pebelajar. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka disusunlah materi
pokok mata kuliah TP Sepak Takraw seperti
berikut.
Tabel 03. Materi Pokok Mata
Kuliah TP Sepak Takraw
|
Materi Pokok
|
Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
Bahan Ajar
|
|
Pengertian Permainan Sepak Takraw
|
Mahasiswa memahami pengertian permainan sepak takraw
|
Mahasiswa mampu
menjelaskan pengertian permainan sepak takraw
|
Hakikat pengertian permainan sepak takraw
|
|
Sejarah Permainan Sepak
Takraw
|
Mahasiswa memahami sejarah
permainan sepak takraw
|
Mahasiswa mampu
menjelaskan sejarah permainan sepak takraw
|
Sejarah permainan sepak
takraw
|
|
Teknik-teknik Sepakan (Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw.
|
Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan Teknik-teknik Sepakan
(Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw.
|
Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan Teknik-teknik Sepakan
(Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw dengan baik dan benar
|
Teknik-teknik Sepakan
(Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw
|
|
Teknik-teknik Servis Pada Permainan Sepak Takraw.
|
Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan Teknik-teknik servis
pada permainan sepak takraw.
|
Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan Teknik-teknik servis
pada permainan sepak takraw dengan baik
dan benar
|
Teknik-teknik servis
pada permainan sepak takraw
|
|
Teknik-teknik bertahan (block)
pada permainan sepak takraw
|
Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan teknik-teknik bertahan
(block) pada permainan sepak takraw
|
Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik bertahan
(block) pada permainan sepak takraw
dengan baik dan benar
|
Teknik-teknik bertahan
(block) permainan sepak takraw
|
|
Teknik-teknik menyerang (smash)
pada permainan sepak takraw
|
Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan teknik-teknik
menyerang (smash) pada permainan
sepak takraw
|
Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik
menyerang (smash) pada permainan
sepak takraw dengan baik dan
benar
|
Teknik-teknik
menyerang (smash) pada permainan
sepak takraw
|
Latihan-Latihan dan
Tugas-Tugas yang Dikembangkan
Berbagai latihan dan juga tugas-tugas yang dikembangkan
memperhatikan perbandingan porsi masing-masing materi pokok yang telah disusun,
yaitu pengetahuan, keterampilan prosedur, dan komunikasi lisan. Berdasarkan
pertimbangan tersebut maka latihan-latihan dan tugas-tugas mahasiswa bisa
dilihat pada gambar tabel 04 berikut.
Tabel 04 Latihan dan Tugas
yang Dikembangkan
|
Subyek
|
Jenis Latihan dan Tugas
|
Ya
|
Tidak
|
Ket
|
|
Semua subyek
|
Menjawab pertanyaan uraian
teks yang berisi materi kuliah
|
√
|
|
|
|
Semua Subyek
|
Demonstrasi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
Gambaran Bahan Ajar
Audiovisual
Bahan ajar Audiovisual dibuat dalam bentuk CD yang berisi
tentang implementasi keseluruhan pengetahuan, skills, dan keterampilan tentang
teknik-teknik dasar dalam permainan sepak takraw yang meliputi: sepakan,
servis, bertahan (block) dan
menyerang (smash). Materi pokok yang
terkandung mengacu pada tabel 03.
Latihan-latihan dalam Bahan
Ajar Audiovisual
Latihan-latihan yang terdapat dalam bahan ajar audiovisual
yaitu contoh-contoh pelaksanaan demonstari keterampilan teknik dasar sepakan,
servis, bertahan (block) dan
menyerang (smash)sepak takraw yang
baik dan benar dan juga kesalahan-kesalahan dalam proses pelaksanaan yang harus
dihindari oleh mahasiswa.
Pembahasan
Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah TP Sepak Takraw
Dari hasil penelitian yang dipaparkan pada tabel 01 dan tabel
02 di atas, terlihat bahwa bahan ajar mata kuliah TP sepak takraw ini haruslah segera dibuat. Hal ini
bisa terlihat dari hasil kuesioner tentang analisis kebutuhan yang dilakukan
pada para praktisi dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP sepak takraw.
Dari data yang didapat
dari praktisi, terlihat bahwa untuk
menjadi seorang pemain, pembina dan pelatih sepak takraw yang professional, orang tersebut haruslah memiliki pemahaman
seperti: a) Memahami sejarah sepak takraw;
b) Memahami fasilitas sepak takraw; c)
Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik bertahan dalam sepak takraw;
d) Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik menyerang dalam sepak
takraw; e) Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik servis dalam
sepak takraw; dan f) Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik
peraturan dan perwasitan dalam sepak takraw.
Dilain pihak, kondisi mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP
sepak takraw masih jauh dari kriteria
tersebut. Hal ini bisa dilihat dari hasil kuesioner dimana hanya 0,042% (1
orang mahasiswa) yang menyatakan sudah memiliki pengetahuan dan bisa
mendemonstrasikan tentang teknik teknik dasar sepak takraw. Melalui hasil wawancara diperoleh data bahwa mahasiswa tersebut
merupakan lulusan SMA 1 Kubutambahan, dimana ia sudah mempelajari materi ini
sebelumnya ketika masih di bangku sekolah dasar sampai menengah. Akan
tetapi, sebanyak 0,958% (27 orang
mahasiswa) yang menyatakan belum memiliki pengetahuan tentang teknik dasar
sepak takraw. Data ini menyimpulkan
bahwa kebutuhan akan bahan ajar tentang teknik dasar sepak takraw menjadi
sebuah kebutuhan mendasar bagi hampir seluruh mahasiswa yang mengambil mata
kuliah TP Sepak takraw. Bahan ajar
ini sangat penting karena melalui bahan ajar yang baik dan berkualitas( disusun
berdasarkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa) maka tujuan pembelajaran akan
benar-benar tercapai secara maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
Satu Hal yang sangat menggembirakan dari hasil kuesioner
mahasiswa adalah semua mahasiswa menyatakan menyukai mata kuliah TP sepak
takraw dan ingin menjadi pemain, pembina dan juga pelatih sepak takrawyang
profesional. Wawancara informal pada mahasiswa menunjukkan bahwa mereka
menyukai mata kuliah ini karena dua faktor. Faktor yang pertama adalah faktor
dari dalam diri mereka sendiri yang memang ingin berkecimpung di dunia olahraga
khususnya olahraga sepak takraw, dan faktor kedua adalah faktor luar diri
mereka yakni dosen yang mengajar. Mereka mengaku bahwa mereka menyukai cara
mengajar dosen pengampu mata kuliah TP sepak takraw. Dengan memiliki motivasi
dan semangat belajar yang sangat tinggi, maka mahasiswa akan mudah untuk memahami materi pembelajaran yang
diberikan. Dengan demikian, standar kompetensi yang telah ditetapkan sebagai
syarat kelulusan mahasiswa akan bisa tercapai.
Materi Pokok Bahan Ajar Mata
Kuliah TP Sepak Takraw
Seperti yang terlihat pada tabel 4.3 , bahwa terdapat
sejumlah materi pokok yang harus dikuasai oleh mahasiswa semester IIIc Jurusan
Penjaskesrek. Secara garis besar, materi pokok tersebut terdiri dari 6 bagian
yaitu a)sejarah sepak takraw; b)
fasilitas sepak takraw; c)
teknik-teknik bertahan dalam sepak takraw; d) teknik-teknik menyerang dalam
sepak takraw; e) teknik-teknik servis dalam sepak takraw; dan f) Peraturan dan
perwasitan dalam sepak takraw.
Materi pokok pertama yang dimasukkan dalam bahan ajar ini
adalah sejarah sepak takraw baik sejarah sepak takraw di Indonesia dan Dunia.
Baik Perkembangan Permainan Sepak Takraw
Periode 1945-1969, Periode tahun 1969 sampai 1999. Sejarah perkembangan sepak
takraw sangat perlu diketahui oleh mahasiswa sebagai calon pemain, pembina dan
pelatih yang profesional.
Materi pokok kedua yang dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah
fasilitas sepak takraw. Mahasiswa sebagai calon pemain, pembina dan juga
pelatih harus memahami dan harus tahu pasti tentang fasilitas sepak takraw,
meliputi bola standar yang harus digunakan, net standar, pakaian dan juga
sepatu standar, gedung standar yang harus dipakai ketika melaksanakan
pembelajaran atau pelatihan. Ini semua sangat penting dalam pencapai tujuan
yang ditetapkan.
Materi pokok ketiga yang tidak kalah penting untuk dimasukkan
dalam bahan ajar ini adalah teknik servis dalam sepak takraw. Servis dalam
sepak takraw ada bermacam-macam meliputi: servis bawah, servis samping, servis
telapak kaki, dan paling sulit adalah servis punggung kaki. Pada silabus
sebelumnya, materi pokok servis punggung kaki ini tidak dimasukkan. Padahal
servis punggung kaki merupakan servis dalam sepak takraw yang bisa dengan mudah
mendapatkan poin untuk meraih kemenangan. Hal ini berdasarkan masukan dari
praktisi yang menyatakan bahwa servis
punggung kaki sangat dibutuhkan oleh seorang pemain sepak takraw, terutama pemain
yang berposisi tekong untuk bisa mendapatkan poin sebanyak-banyaknya.
Materi pokok empat yang tidak kalah penting untuk dimasukkan
dalam bahan ajar ini adalah teknik block dalam sepak takraw. Block dalam sepak
takraw ada bermacam-macam meliputi: block punggung kaki, block dengan lompat
satu kaki. Pada silabus sebelumnya, materi pokok block tidak dimasukkan.
Padahal block sangat penting dalam sepak
takraw, apabila melakukan block dengan baik maka poin akan di dapatkan dengan
mudah. Hal ini juga berdasarkan masukan dari praktisi yang menyatakan bahwa block sangat dibutuhkan
oleh seorang pemain sepak takraw, terutama apit kiri dalam permainan sepak
takraw.
Materi pokok lima yang tidak kalah penting untuk dimasukkan
dalam bahan ajar ini adalah teknik menyerang atau smash dalam sepak takraw.
Smash dalam sepak takraw ada bermacam-macam meliputi: smash kedeng, smash
lurus, smash gunting, smash telapak kaki, smash gulung. Pada silabus
sebelumnya, materi pokok smash gunting dan samsh gulung tidak dimasukkan.
Padahal smash gunting dan smash gulung
sangat penting dalam sepak takraw, mungkin dikarenakan smash ini
memiliki tingkat kompleksitas gerakan yang sangat tinggi. Hal ini juga
berdasarkan masukan dari praktisi yang
menyatakan bahwa smash gulung dan smash gunting ini sangat dibutuhkan oleh
seorang pemain sepak takraw, baik yang berposisi apit kanan dan apit kiri dalam permainan sepak takraw.
Materi pokok enam yang dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah
peraturan permainan dan perwasitan sepak takraw. Dimana mahasiswa di wajibkan
memahami baik itu peraturan permainan dan juga peraturan perwasitan. Dimana
setelah itu mahasiswa diwajibkan untuk mempraktekan baik sebagai pemain dan
juga praktek menjadi wasit dalam proses pembelajaran. Ini sangat penting harus
dikuasai oleh mahasiswa sebagai calon guru yang nantinya bisa menjadi pemain,
pembina, pelatih agar memahami peraturan permainan dan juga bisa diandalkan
bisa memimpin suatu pertandingan dalam suatu kejuaraan.
Latihan-Latihan dan Tugas-Tugas Yang Dikembangkan
Latihan-latihan dan tugas-tugas yang dikembangkan pada bahan
ajar manual seperti yang terlihat pada tabel 04 di atas adalah sebagai berikut:
Menjawab
pertanyaan-pertanyaan uraian yang terdapat pada materi
Pada setiap akhir pokok bahasan, selalu diselipkan
pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk memberikan feedback sejauh mana
mahasiswa menguasai isi materi yang telah di ajarkan. Pertanyaan-pertanyaan
tersebut pastinya berhubungan dengan materi ajar yang sedang dibahas. Contoh
pada Unit 3, pokok bahasan servis sepak takraw. Dalam pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyebutkan
dan menjelaskan macam-macam servis dalam sepak takraw. Adapun contoh
pertanyaannya adalah sebagai berikut.
Pertanyaan
1.
Sebutkan dan jelaskan macam-macam servis dalam sepak
takraw!
2.
Sebutkan dan jelaskan macam-macam smash dalam sepak
takraw!
3.
Demonstrasi
Dalam tugas ini, mahasiswa diminta untuk mempraktekkan
seluruh pengetahuan, teknik, keterampilan teknik dasar sepak takraw baik secara
individu maupun kelompok. Semakin sering dilatih teknik dasar ini secara
berulang-ulang maka semakin cepat keterampilan ini dikuasai oleh mahasiswa.
Materi Pokok Bahan
Audiovisual Mata Kuliah TP Sepak Takraw
Seperti yang dipaparkan pada bagian hasil penelitian bahwa
bahan ajar Audiovisual dibuat dalam bentuk CD berisi tentang tekik dasar sepak
takraw yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon pemain, guru, pembina,
pelatih sepak takraw yang profesional. Materi pokok yang terkandung mengacu
pada tabel 03. Materi audiovisual ini ditambahkan sebagai pelengkap bahan ajar
mata kuliah TP sepak takraw. Materi
audiovisual ini sangatlah penting untuk dibuat mengingat hasil angket
menunjukkan bahwa sebanyak 22 dari 28 mahasiswa menyatakan lebih suka belajar
dengan cara mendengar dan melihat. Untuk mengakomodasi gaya belajar yang mereka
miliki, maka bantuan bahan audiovisual ini sangat berguna untuk membantu
mengoptimalkan pencapaian hasil belajar mereka.
Latihan-Latihan Yang
Dikembangkan pada Bahan Audiovisual
Selain latihan-latihan pada bahan ajar manual, pengembangan
latihan-latihan juga diberikan pada bahan audiovisual ini. Latihan-latihan yang
terdapat dalam bahan ajar audiovisual yaitu demonstrasi latihan mandiri
mahasiswa yang dibuat/direkam langsung
baik denga handy cam atau HP yang menunjukkan peningkatan kemampuan
dalam belajar teknik dasar sepak takraw. Disini, mahasiswa bisa secara pribadi
atau kelompok bisa menilai kemajuan diri sendiri dan juga kemajuan mahasiswa
yang lain dalam belajar teknik dasar sepak takraw.
PENUTUP
Berdasarkan paparan sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan
sebagai berikut: a) Kebutuhan akan bahan ajar TP sepak takraw sangat
mendesak. Hal ini dibuktikan dengan
tingginya gap antara ekspektasi praktisi dan situasi nyata yang dimiliki oleh
mahasiswa; b) terdapat enam materi pokok utama pada mata kuliah TP sepak takraw
: 1)sejarah sepak takraw; 2)
fasilitas sepak takraw; 3)
teknik-teknik bertahan dalam sepak takraw; 4) teknik-teknik menyerang dalam sepak
takraw; 5) teknik-teknik servis dalam sepak takraw; dan 6) Peraturan dan
perwasitan dalam sepak takraw; c) terdapat dua jenis
latihan-latihan/tugas-tugas yang dikembangkan yaitu menjawab pertanyaan uraian,
dan demonstrasi; d) Materi pokok bahan audiovisual yaitu implementasi
keseluruhan pengetahuan, skills, dan keterampilan teknik dasar bermain sepak
takraw yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon guru, pembina, dan
pelatih yang profesional; e) Latihan-latihan yang terdapat pada bahan
audiovisual yaitu tanggapan/penilaian mahasiswa terhadap hasil kemajuan latihan
sendiri dan juga mahasiswa lain yang direkam baik dengan handy cam maupun HP.
Merujuk pada latar belakang, kajian teori, metode penelitian,
hasil penelitian dan pembahasan; maka peneliti dapat menyarankan hal-hal
sebagai berikut. A) Dosen dan para pengajar diharapkan memiliki kemampuan untuk
selalu mengembangkan bahan ajar, sehingga bahan ajar yang dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan mahasiswa; dan b) Sebelum mengembangkan bahan ajar, seyogyanya
dilakukan analisis kurikulum sehingga bahan ajar yang dikembangkan tidak
menyimpang jauh dari kurikulum.
Daftar
Pustaka
Amstrong,
Farhan. 2013. Pengertian bahan Ajar dan Macam-Macam Bahan Ajar. Tersedia
pada http://remajasampit.blogspot.com. Diakses pada tanggal 2
september 2014.
Astantry,
Ristya. 2014. Pengembangan bahan ajar
LKS dalam proses melajar mengajar Penjasorkes bagi siswa kelas V di SD Islam
Ta’allumul Huda Kecamatan Bumiayu tahun pelajaran tahun ajaran 2012/2013.
Tersedia pada Http://Journal.unnes.ac.id/sju/index.php/pes.
Diakses hari senin tanggal 8 september 2014.
Gagné, Robert M., Leslie J. Briggs, and Walter W.
Wager. 1992. Principles of
Instructional Design: Fourth Edition. USA: Harcourt Brace Jovanovich
Collage Publishers.
Gall, Meredith D, Joyce P. Gall and Walter R. Borg.
2003. Educational Research. U.S.A: Pearson Education Inc.
Hernawan, Asep Hery., Permasih; Laksmi, Dewi. 2012. Pengembangan Bahan Ajar. www.file-upi.edu. Diakses pada tanggal 2 september 2014.
Hutajulu, Risma. 2013. Pentingnya Bahan
Ajar dalam Kegiatan Pembelajaran. www. bintangpapua.com. Diakses pada tanggal 2
September 2014.
Maryani, Sri 2009. Pengembangan
Bahan Ajar Berbasis Multimedia Interaktif Mata Kuliah Komputerisasi Akutansi
(Studi Kasus:MYOB Accounting 17 Pada Modul Banking). http:www.gunadarma.ac.id. Diakses
pada tanggal 10 Oktober 2013.
Nugraha. 2013. Pengembangan Bahan Ajar
Reaksi Redoks Bervisi Sets, Berorientasi Konstruktivistik. Tersedia
pada Http://Journal.Unnes.Ac.Id/Sju/Index.Php/Jise. Diakses pada hari senin tanggal 5 september
2014.
Prasetya, Wahyu aji . 2011. Pengembangan Buku Ajar
Pendidikan Jasmani Untuk SMP Kelas VII Semester 1 Di SMP Negeri 8
Malang. Tersedia pada http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/Penjaskes/article/view/16313. Diakses tanggal 3 September 2014.
Primaindriyani. 2014. Pentingnya
bahan ajar dalam proses pembelajaran. Tersedia pada http://primaindriyani.blogspot.com/2014/01/pentingnya-bahan-ajar-dalam-proses.html. Diakses tanggal 4 september 2014.
Semarayasa. 2013. Pengaruh
Strategi Pembelajaran dan Tingkat Motorik Terhadap Keterampilan Smash Gunting
pada permainan Sepak Takraw Pada Mahasiswa Penjaskesrek FOK Undiksha.
Jurnal Pendidikan Indonesi. Volume 2. ISSN:2303-288X-volume 2, nomor 1, april
2013.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/04/konsep-pengembangan-bahan-ajar-2/. Diakses tanggal 6 september 2014.
Syarifah.
2011. Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran bagi
Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga dengan Menerapkan Teori Elaborasi.
Tesis. Universitas Negeri Malang.
Tomlinson, Brian. 1998. Materials Development in
Language Teaching. U. K: Cambridge University Press.
-------, 2012. Materials
Development for Language Learning and Teaching. www.
journals.cambridge.org. Vol 45/issue 02 April 2012,pp 143-179. Diakses pada
tanggal 2 september 2014.
Wassid, Iskandar dan
Dadang Sunendar. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar