Kamis, 04 Februari 2016

Pengembangan Bahan Ajar TP Sepak Takraw dilengkapi Bahan Audiovisual untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Jurusan PENJASKESREK FOK UNDIKSHA



Pengembangan Bahan Ajar TP Sepak Takraw dilengkapi Bahan Audiovisual  untuk Meningkatkan Kompetensi  Mahasiswa Jurusan  Penjaskesrek FOK Undiksha


I Wayan Artanayasa
I Ketut Semarayasa



Jurusan Penjaskesrek, Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail:iwayan.artanayasa@yahoo.com,

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan materi pokok bahan ajar mata kuliah dan latihan-latihan/tugas-tugas yang diperlukan untuk menunjang tercapainya kompetensi lulusan yang diharapkan.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengadaptasi model Dick and Carey (1985).  Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Jurusan Penjaskesrek  yang mengambil mata kuliah . Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Kebutuhan akan bahan ajar TP sepak takraw sangat mendesak; b) terdapat enam materi pokok utama pada mata kuliah TP sepak takraw : sejarah sepak takraw; fasilitas sepak takraw; teknik-teknik bertahan dalam sepak takraw; teknik-teknik menyerang dalam sepak takraw;  teknik-teknik servis dalam sepak takraw; dan 6) peraturan dan perwasitan dalam sepak takraw; c) terdapat dua jenis latihan-latihan/tugas-tugas yang dikembangkan yaitu menjawab pertanyaan uraian, dan demonstrasi; d) materi pokok bahan audiovisual yaitu implementasi keseluruhan pengetahuan, skills, dan keterampilan teknik dasar bermain sepak takraw yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon guru, pembina, dan pelatih yang profesional; e) latihan-latihan yang terdapat pada bahan audiovisual yaitu tanggapan/penilaian mahasiswa terhadap hasil kemajuan latihan sendiri dan juga mahasiswa lain.

Kata-kata kunci : Penelitian pengembangan, bahan ajar, audiovisual

PENDAHULUAN



Bahan ajar merupakan bagian pentingng dalam pelaksanaan pendidikan disekolah. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar (Hutajulu, 2013).  Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan. Tanpa bahan ajar mustahil pembelajaran akan terwujud karena bahan ajar menyangkut materi-materi apa saja yang akan diajarkan kepada peserta didik. Pemilihan bahan ajar  secara langsung ikut menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran. Tepat tidaknya atau  sesuai tidaknya bahan ajar dengan tujuan dan kompetensi yang diharapkan akan menentukan tercapai atau tidaknya  tujuan pembelajaran. Pengembangan bahan ajar berkaitan erat dengan perencanaan pembelajaran. Pengembangan bahan ajar perlu memperhatikan berbagai aspek seperti kondisi kesiapan siswa dalam menerima pelajaran, materi yang akan dipelajari, dan kesiapan guru terhadap materi yang akan diajarkan dalam proses pembelajaran (Primaindrayani, 2014). Dengan kata lain, dalam membuat perencanaan pembelajaran khususnya pembuatan bahan ajar, haruslah memperhatikan ketiga hal tersebut. mahsiswa, materi, dan guru/dosen merupakan komponen utama dalam kegiatan pembelajaran, karena itulah ketiga aspek tersebut harus diperhatikan dalam membuat perencanaan pembelajaran dan bahan ajar. 
Penelitian terkait dengan pentingnya pemilihan bahan ajar yang tepat bagi peserta didik sudah dilakukan oleh beberapa peneliti. Prasetya (2011)  melakukan sebuah penelitian pengembangan yang dilaksanakan di SMP  Kelas VII Semester 1 Di SMP  Negeri 8 Malang dan juga menyatakan bahwa  bahan pembelajaran merupakan faktor eksternal mahasiswa yang mampu memperkuat motivasi internal untuk belajar. Bahan pembelajaran yang didesain secara lengkap, dalam arti, ada media dan sumber belajar yang memadai akan mempengaruhi suasana pembelajaran.
Astantry (2013) juga melakukan penelitian pengembangan bahan ajar LKS dalam proses melajar mengajar Penjasorkes bagi siswa kelas V di SD Islam Ta’allumul Huda Kecamatan Bumiayu tahun pelajaran tahun ajaran 2012/2013. Dimana kesimpulan hasil penelitiannya Astantry (2013) adalah bahwa pengembangan produk bahan ajar LKS dalam proses belajar mengajar dan bagi siswa kelas V di SD Islam Ta'allumul Huda Bumiayu  sangat efektif.


Penelitian-penelitian tersebut di atas mendukung pernyataan yang dikemukakan oleh Renandya (2013) dalam Hapsari (2013) yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang menentukan motivasi peserta didik dalam pembelajaran adalah bahan ajar. Bahan ajar baik yang berbentuk tertulis maupun lisan haruslah menarik dan relevan bagi bagi siswa. Bahan-bahan ajar tersebut haruslah bisa membangkitkan minat dan juga motivasi peserta didik untuk belajar aktif dalam proses belajar dan mengajar. Dimana, bahan ajar tersebut bisa memfasilitasi mereka untuk mengembangkan tidak hanya aspek hardskills mereka tetapi juga aspek softskills. Dengan demikian, bahan ajar seharusnya didesain sesuai dengan kebutuhan peserta didik, kebermanfaatan, mencerminkan real life situation dan sesuai dengan level peserta didik.
Bahan ajar yang baik juga pastinya dibutuhkan bagi mahasiswa Jurusan  Penjaskesrek untuk mata kuliah TP sepak takraw  terutama teknik dasar permainan sepak takraw. Mata kuliah TP sepak takraw  terutama teknik dasar permainan sepak takraw merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa semester III. Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah penciri jurusan. Standar kompetensi yang diharapkan pada mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu mendemonstrasikan teknik teknik dasar permainan sepak takraw. Mata kuliah ini menjadi sangat penting mengingat TP sepak takraw merupakan mata kuliah keterampilan yang wajib dikuasai oleh calon guru penjasorkes untuk menjadi guru yang professional. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi adalah bahan ajar dan buku-buku yang selama ini beredar dan digunakan dalam pembelajaran tidak meyediakan ruang yang banyak bagi mahasiswa untuk bisa melakukan dua hal itu. Kadang bahan ajar hanya berisi tentang pengetahuan saja, tanpa praktik keterampilan atau sebaliknya. Hal ini sudah barang tentu menjadi masalah bagi mahasiswa.
Penggunaan bahan ajar yang kurang efektif  dibuktikan dari beberapa analisis. Analisis tersebut adalah 1) buku teks yang digunakan tidak menampung semua kompetensi lulusan yang diharapkan. Salah satu kompetensi lulusan yang diharapkan adalah  mahasiswa  mampu memahami, menguasai, mendemonstrasikan dan nantinya mengajar siswa ketika nantinya menjadi seorang Guru Penjasorkes. Akan tetapi, buku teks yang digunakan sebagai pegangan mahasiswa hanya parsial. Buku teks tersebut hanya berisi teknik dasar secara umum saja, untuk teknik yang khusus tidak dijelaskan. Disamping itu buku atau bahan ajar untuk TP sepak takraw sulit sekali ditemukan. Buku teks tersebut hanya mengakomodasi kebutuhan mahasiswa visual, padahal hasil tes strategi belajar yang dilakukan pada mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki strategi belajar audio juga, selain visual dan kinestetik. Kesesuaian buku ajar dengan strategi belajar mahasiswa juga mampu meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, tujuan pembelajaran akan terwujud dengan efektif.
Penggunaan buku ajar yang kurang efektif sudah pasti akan menimbulkan permasalahan. Masalah yang pastinya muncul dari kekurangefektifan bahan ajar yang digunakan adalah tujuan dari mata kuliah ini tidak mampu secara optimal dicapai oleh mahasiswa. Mereka hanya mampu menguasai sebagian kompetensi yang seharusnya dimiliki.
Berdasarkan paparan di atas, penulis berkeinginan untuk membuat penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar, terutama bahan ajar untuk mata kuliah TP sepak takraw terutama teknik dasar permainan sepak takraw. Bahan ajar ini tidak hanya berisi tentang teori-teori tentang teknik dasar permainan sepak takraw tetapi juga berisi latihan-latihan dan tugas-tugas yang harus dikerjakan mahasiswa guna memberi keterampilan yang cukup kepada mereka yang pada akhirmya mampu meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknik dasar permainan sepak takraw.  Bahan ajar ini juga dilengkapi dengan CD audiovisual untuk mengakomodasi semua strategi belajar yang dimiliki oleh mahasiswa.


METODE                                                                                                                                          


Penelitian ini merupakan jenis  penelitian pengembangan.Model Pengembangan di adaptasi dari Dick dan Carey (1985, 2001 dalam Gagné dkk., 1992; in Gall dkk., 2003). Objek penelitian adalah bahan ajar yang digunakan oleh mahasiswa jurusan Bahasa Inggris DIII.  Subyek penelitian adalah praktisi sepak takraw dan mahasiswa semester III di Jurusan Penjaskesrek Universitas Pendidikan Ganesha. Data dikumpulkan melalui kuesiner dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif maupun kuantitatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil

Gambaran Kebutuhan bahan ajar mata kuliah TP sepak takraw terutama teknik dasar permainan sepak takraw bagi mahasiswa semester III Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha.
Dalam rangka mengumpulkan data tentang kebutuhan bahan ajar ini, peneliti mengambil data dengan kuesioner dan wawancara kepada dua orang pengajar/pembina dan pelatih sepak takraw, serta pada semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP Sepak takraw.  Data dari pengajar/pembina dan pelatih digunakan untuk mengetahui kompetensi-kompetensi apa saja yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP sepak takraw sehingga kelak ketika mereka lulus, mereka mampu bersaing dan bekerja secara profesional. Sementara, data dari mahasiswa digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang mata kuliah TP sepak takraw, minat dan motivasi mereka terhadap mata kuliah ini, preferensi strategi belajar mengajar yang mereka inginkan, dan sikap mereka terhadap mata kuliah ini. Ini sangat penting untuk dilakukan guna menjembatani benturan antara ekspektasi para praktisi dan kondisi nyata yang dimiliki oleh mahasiswa, sehingga dosen akan bisa membuat bahan ajar dan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat dan berkualitas untuk membantu mahasiswa mencapai tujuan belajarnya.
Berikut ini adalah hasil kuesioner dari masing-masing pihak

Tabel 01.Hasil Kuesioner Praktisi Sepak Takraw
Subyek
Pernyataan
Sangat Penting
Penting
Tidak Penting
Sangat
Tidak Penting
Ket
1 dan 2
Memahami hakikat dari belajar TP sepak takraw




Memahami sejarah sejarah sepak takraw




Memahami teknik dasar dalam sepak takraw




Mampu mendemonstrasikan secara baik dan benar teknik dasar  sepak takraw




Memahami peraturan permainan dan perwasitan dalam sepak takraw





Tabel 02. Tabel Hasil Kuesioner dari Mahasiswa yang Mengambil Mata Kuliah TP sepak takraw  
Subjek
Pernyataan
SS
S
TS
STS

1,2,3,4,5,6
7,8,9,10,11,12
14,15,16,18,19,20,
21,22,23,24, 25,26,27,28
Saya suka Mata Kuliah TP Sepak takraw




13,17, 25,28




1,5,6
7,8,9,10,11,12,13,15,16,17,18,19,20,
21,22,23,2425,27,28
Saya ingin menjadi pemain sepak takraw yang profesional




2,3,4,14,26




10
Saya tahu keterampilan teknik dasar TP sepak takraw




1,2,3,4,5,6,7,8
9,11,12,13,14,16,17,20
21,22,23,24, 26,27,28




15,16,18,19




1,7
Saya bisa mendemonstrasikan teknik dasar dalam bermain sepak takraw




2,3,4,5,6,7,8
9,10,11,12,13,14,16,20
21,22,23,24, 25,26




15,17,18,19,27,28




2,3,4,6,7,8,9,10
11,13,14,15,16
17,18,20,21,22,
23,24,28
Saya suka belajar dengan mendengar dan melihat langsung




1,5,12,19,26,27




,3,4,6,7,8,9,10
11,13,14,15,16
17,18,20,21,22,
23,24, 25,26,27,28
Saya suka belajar dengan membaca literatur




1,5,12,19




1,3,4,6,7,8,9,10
11,13,14,15,16
17,18,20,21,22,
23,24,25
Saya suka belajar sendiri




2,5,12,19, 26,27,28




1,2,3,4,6,7,8,9,10
11,19,13,14,15,16
17,18,120,21,22,
23,24,25,26,27,28
Saya suka belajar berkelompok




5,12,17




Semua subyek
Saya suka mengerjakan latihan dan tugas yang bersifat praktek





 Materi Pokok Mata Kuliah TP Sepak Takraw
Materi pokok mata kuliah TP Sepak Takraw ini dirancang dengan memperhatikan masukan dari berbagai kalangan yang meliputi: praktisi,
mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah, kurikulum, dan karakteristik pebelajar. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka disusunlah materi pokok mata kuliah TP Sepak Takraw seperti berikut.


Tabel 03. Materi Pokok Mata Kuliah  TP Sepak Takraw
Materi Pokok
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Indikator
Bahan Ajar
Pengertian Permainan Sepak Takraw
Mahasiswa memahami pengertian permainan sepak takraw
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian permainan sepak takraw
Hakikat pengertian permainan sepak takraw

Sejarah Permainan Sepak Takraw
Mahasiswa memahami sejarah permainan sepak takraw

Mahasiswa mampu menjelaskan sejarah permainan sepak takraw

Sejarah permainan sepak takraw

Teknik-teknik Sepakan (Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw.

Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan Teknik-teknik Sepakan (Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw.

Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan Teknik-teknik Sepakan (Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw  dengan baik dan benar

Teknik-teknik Sepakan (Menyepak) Pada Permainan Sepak Takraw
Teknik-teknik Servis Pada Permainan Sepak Takraw.

Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan Teknik-teknik servis pada permainan sepak takraw.

Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan Teknik-teknik servis pada permainan sepak takraw  dengan baik dan benar

Teknik-teknik servis pada permainan sepak takraw
Teknik-teknik bertahan (block) pada permainan sepak takraw

Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan teknik-teknik bertahan (block) pada permainan sepak takraw

Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik bertahan (block) pada permainan sepak takraw  dengan baik dan benar

Teknik-teknik bertahan (block) permainan sepak takraw
Teknik-teknik menyerang (smash) pada permainan sepak takraw

Mahasiswa memahami dan mendemonstrasikan teknik-teknik menyerang (smash) pada permainan sepak takraw

Mahasiswa mampu memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik menyerang (smash) pada permainan sepak takraw  dengan baik dan benar

Teknik-teknik menyerang (smash) pada permainan sepak takraw


Latihan-Latihan dan Tugas-Tugas yang Dikembangkan
Berbagai latihan dan juga tugas-tugas yang dikembangkan memperhatikan perbandingan porsi masing-masing materi pokok yang telah disusun, yaitu pengetahuan, keterampilan prosedur, dan komunikasi lisan. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka latihan-latihan dan tugas-tugas mahasiswa bisa dilihat pada gambar tabel 04 berikut.



Tabel 04 Latihan dan Tugas yang Dikembangkan
Subyek
Jenis Latihan dan Tugas
Ya
Tidak
Ket
Semua subyek
Menjawab pertanyaan uraian teks yang berisi materi kuliah


Semua Subyek
Demonstrasi








Gambaran Bahan Ajar Audiovisual
Bahan ajar Audiovisual dibuat dalam bentuk CD yang berisi tentang implementasi keseluruhan pengetahuan, skills, dan keterampilan tentang teknik-teknik dasar dalam permainan sepak takraw yang meliputi: sepakan, servis, bertahan (block) dan menyerang (smash). Materi pokok yang terkandung mengacu pada tabel 03.

Latihan-latihan dalam Bahan Ajar Audiovisual
Latihan-latihan yang terdapat dalam bahan ajar audiovisual yaitu contoh-contoh pelaksanaan demonstari keterampilan teknik dasar sepakan, servis, bertahan (block) dan menyerang (smash)sepak takraw yang baik dan benar dan juga kesalahan-kesalahan dalam proses pelaksanaan yang harus dihindari oleh mahasiswa.



Pembahasan
 Kebutuhan Bahan Ajar Mata Kuliah TP Sepak Takraw
Dari hasil penelitian yang dipaparkan pada tabel 01 dan tabel 02 di atas, terlihat bahwa bahan ajar mata kuliah TP sepak takraw ini haruslah segera dibuat. Hal ini bisa terlihat dari hasil kuesioner tentang analisis kebutuhan yang dilakukan pada para praktisi dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP sepak takraw.
Dari  data yang didapat dari praktisi,  terlihat bahwa untuk menjadi seorang pemain, pembina dan pelatih sepak takraw yang professional, orang tersebut haruslah memiliki pemahaman seperti: a) Memahami sejarah sepak takraw; b) Memahami fasilitas sepak takraw; c) Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik bertahan dalam sepak takraw; d) Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik menyerang dalam sepak takraw; e) Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik servis dalam sepak takraw; dan f) Memahami dan mampu mendemonstrasikan teknik-teknik peraturan dan perwasitan dalam sepak takraw.
Dilain pihak, kondisi mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP sepak takraw masih jauh dari kriteria tersebut. Hal ini bisa dilihat dari hasil kuesioner dimana hanya 0,042% (1 orang mahasiswa) yang menyatakan sudah memiliki pengetahuan dan bisa mendemonstrasikan tentang teknik teknik dasar sepak takraw. Melalui hasil wawancara diperoleh data bahwa mahasiswa tersebut merupakan lulusan SMA 1 Kubutambahan, dimana ia sudah mempelajari materi ini sebelumnya ketika masih di bangku sekolah dasar sampai menengah. Akan tetapi,  sebanyak 0,958% (27 orang mahasiswa) yang menyatakan belum memiliki pengetahuan tentang teknik dasar sepak takraw. Data ini menyimpulkan bahwa kebutuhan akan bahan ajar tentang teknik dasar sepak takraw menjadi sebuah kebutuhan mendasar bagi hampir seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah TP Sepak takraw. Bahan ajar ini sangat penting karena melalui bahan ajar yang baik dan berkualitas( disusun berdasarkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa) maka tujuan pembelajaran akan benar-benar tercapai secara maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
Satu Hal yang sangat menggembirakan dari hasil kuesioner mahasiswa adalah semua mahasiswa menyatakan menyukai mata kuliah TP sepak takraw dan ingin menjadi pemain, pembina dan juga pelatih sepak takrawyang profesional. Wawancara informal pada mahasiswa menunjukkan bahwa mereka menyukai mata kuliah ini karena dua faktor. Faktor yang pertama adalah faktor dari dalam diri mereka sendiri yang memang ingin berkecimpung di dunia olahraga khususnya olahraga sepak takraw, dan faktor kedua adalah faktor luar diri mereka yakni dosen yang mengajar. Mereka mengaku bahwa mereka menyukai cara mengajar dosen pengampu mata kuliah TP sepak takraw. Dengan memiliki motivasi dan semangat belajar yang sangat tinggi, maka mahasiswa akan mudah  untuk memahami materi pembelajaran yang diberikan. Dengan demikian, standar kompetensi yang telah ditetapkan sebagai syarat kelulusan mahasiswa akan bisa tercapai.

Materi Pokok Bahan Ajar Mata Kuliah TP Sepak Takraw
Seperti yang terlihat pada tabel 4.3 , bahwa terdapat sejumlah materi pokok yang harus dikuasai oleh mahasiswa semester IIIc Jurusan Penjaskesrek. Secara garis besar, materi pokok tersebut terdiri dari 6 bagian yaitu a)sejarah sepak takraw; b) fasilitas sepak takraw; c) teknik-teknik bertahan dalam sepak takraw; d) teknik-teknik menyerang dalam sepak takraw; e) teknik-teknik servis dalam sepak takraw; dan f) Peraturan dan perwasitan dalam sepak takraw.
Materi pokok pertama yang dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah sejarah sepak takraw baik sejarah sepak takraw di Indonesia dan Dunia. Baik Perkembangan Permainan Sepak Takraw Periode 1945-1969, Periode tahun 1969 sampai 1999. Sejarah perkembangan sepak takraw sangat perlu diketahui oleh mahasiswa sebagai calon pemain, pembina dan pelatih yang profesional.
Materi pokok kedua yang dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah fasilitas sepak takraw. Mahasiswa sebagai calon pemain, pembina dan juga pelatih harus memahami dan harus tahu pasti tentang fasilitas sepak takraw, meliputi bola standar yang harus digunakan, net standar, pakaian dan juga sepatu standar, gedung standar yang harus dipakai ketika melaksanakan pembelajaran atau pelatihan. Ini semua sangat penting dalam pencapai tujuan yang ditetapkan.
Materi pokok ketiga yang tidak kalah penting untuk dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah teknik servis dalam sepak takraw. Servis dalam sepak takraw ada bermacam-macam meliputi: servis bawah, servis samping, servis telapak kaki, dan paling sulit adalah servis punggung kaki. Pada silabus sebelumnya, materi pokok servis punggung kaki ini tidak dimasukkan. Padahal servis punggung kaki merupakan servis dalam sepak takraw yang bisa dengan mudah mendapatkan poin untuk meraih kemenangan. Hal ini berdasarkan masukan dari praktisi  yang menyatakan bahwa servis punggung kaki sangat dibutuhkan oleh seorang pemain sepak takraw, terutama pemain yang berposisi tekong untuk bisa mendapatkan poin sebanyak-banyaknya.
Materi pokok empat yang tidak kalah penting untuk dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah teknik block dalam sepak takraw. Block dalam sepak takraw ada bermacam-macam meliputi: block punggung kaki, block dengan lompat satu kaki. Pada silabus sebelumnya, materi pokok block tidak dimasukkan. Padahal block  sangat penting dalam sepak takraw, apabila melakukan block dengan baik maka poin akan di dapatkan dengan mudah. Hal ini juga berdasarkan masukan dari praktisi  yang menyatakan bahwa block sangat dibutuhkan oleh seorang pemain sepak takraw, terutama apit kiri dalam permainan sepak takraw. 
Materi pokok lima yang tidak kalah penting untuk dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah teknik menyerang atau smash dalam sepak takraw. Smash dalam sepak takraw ada bermacam-macam meliputi: smash kedeng, smash lurus, smash gunting, smash telapak kaki, smash gulung. Pada silabus sebelumnya, materi pokok smash gunting dan samsh gulung tidak dimasukkan. Padahal smash gunting dan smash gulung  sangat penting dalam sepak takraw, mungkin dikarenakan smash ini memiliki tingkat kompleksitas gerakan yang sangat tinggi. Hal ini juga berdasarkan masukan dari praktisi  yang menyatakan bahwa smash gulung dan smash gunting ini sangat dibutuhkan oleh seorang pemain sepak takraw, baik yang berposisi apit kanan dan  apit kiri dalam permainan sepak takraw. 
Materi pokok enam yang dimasukkan dalam bahan ajar ini adalah peraturan permainan dan perwasitan sepak takraw. Dimana mahasiswa di wajibkan memahami baik itu peraturan permainan dan juga peraturan perwasitan. Dimana setelah itu mahasiswa diwajibkan untuk mempraktekan baik sebagai pemain dan juga praktek menjadi wasit dalam proses pembelajaran. Ini sangat penting harus dikuasai oleh mahasiswa sebagai calon guru yang nantinya bisa menjadi pemain, pembina, pelatih agar memahami peraturan permainan dan juga bisa diandalkan bisa memimpin suatu pertandingan dalam suatu kejuaraan.

 Latihan-Latihan dan Tugas-Tugas Yang Dikembangkan
Latihan-latihan dan tugas-tugas yang dikembangkan pada bahan ajar manual seperti yang terlihat pada tabel 04 di atas adalah sebagai berikut:

Menjawab pertanyaan-pertanyaan uraian yang terdapat pada materi
Pada setiap akhir pokok bahasan, selalu diselipkan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk memberikan feedback sejauh mana mahasiswa menguasai isi materi yang telah di ajarkan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut pastinya berhubungan dengan materi ajar yang sedang dibahas. Contoh pada Unit 3, pokok bahasan servis sepak takraw. Dalam pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyebutkan dan menjelaskan macam-macam servis dalam sepak takraw. Adapun contoh pertanyaannya adalah sebagai berikut.
Pertanyaan
1.    Sebutkan dan jelaskan macam-macam servis dalam sepak takraw!
2.    Sebutkan dan jelaskan macam-macam smash dalam sepak takraw!
3.     
Demonstrasi
Dalam tugas ini, mahasiswa diminta untuk mempraktekkan seluruh pengetahuan, teknik, keterampilan teknik dasar sepak takraw baik secara individu maupun kelompok. Semakin sering dilatih teknik dasar ini secara berulang-ulang maka semakin cepat keterampilan ini dikuasai oleh mahasiswa.

Materi Pokok Bahan Audiovisual Mata Kuliah TP Sepak Takraw
Seperti yang dipaparkan pada bagian hasil penelitian bahwa bahan ajar Audiovisual dibuat dalam bentuk CD berisi tentang tekik dasar sepak takraw yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon pemain, guru, pembina, pelatih sepak takraw yang profesional. Materi pokok yang terkandung mengacu pada tabel 03. Materi audiovisual ini ditambahkan sebagai pelengkap bahan ajar mata kuliah TP sepak takraw. Materi audiovisual ini sangatlah penting untuk dibuat mengingat hasil angket menunjukkan bahwa sebanyak 22 dari 28 mahasiswa menyatakan lebih suka belajar dengan cara mendengar dan melihat. Untuk mengakomodasi gaya belajar yang mereka miliki, maka bantuan bahan audiovisual ini sangat berguna untuk membantu mengoptimalkan pencapaian hasil belajar mereka.

Latihan-Latihan Yang Dikembangkan pada Bahan Audiovisual
Selain latihan-latihan pada bahan ajar manual, pengembangan latihan-latihan juga diberikan pada bahan audiovisual ini. Latihan-latihan yang terdapat dalam bahan ajar audiovisual yaitu demonstrasi latihan mandiri mahasiswa yang dibuat/direkam langsung  baik denga handy cam atau HP yang menunjukkan peningkatan kemampuan dalam belajar teknik dasar sepak takraw. Disini, mahasiswa bisa secara pribadi atau kelompok bisa menilai kemajuan diri sendiri dan juga kemajuan mahasiswa yang lain dalam belajar teknik dasar sepak takraw.

PENUTUP
Berdasarkan paparan  sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut: a) Kebutuhan akan bahan ajar TP sepak takraw sangat mendesak.  Hal ini dibuktikan dengan tingginya gap antara ekspektasi praktisi dan situasi nyata yang dimiliki oleh mahasiswa; b) terdapat enam materi pokok utama pada mata kuliah TP sepak takraw : 1)sejarah sepak takraw; 2) fasilitas sepak takraw; 3) teknik-teknik bertahan dalam sepak takraw; 4) teknik-teknik menyerang dalam sepak takraw; 5) teknik-teknik servis dalam sepak takraw; dan 6) Peraturan dan perwasitan dalam sepak takraw; c) terdapat dua jenis latihan-latihan/tugas-tugas yang dikembangkan yaitu menjawab pertanyaan uraian, dan demonstrasi; d) Materi pokok bahan audiovisual yaitu implementasi keseluruhan pengetahuan, skills, dan keterampilan teknik dasar bermain sepak takraw yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon guru, pembina, dan pelatih yang profesional; e) Latihan-latihan yang terdapat pada bahan audiovisual yaitu tanggapan/penilaian mahasiswa terhadap hasil kemajuan latihan sendiri dan juga mahasiswa lain yang direkam baik dengan handy cam maupun HP.
Merujuk pada latar belakang, kajian teori, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan; maka peneliti dapat menyarankan hal-hal sebagai berikut. A) Dosen dan para pengajar diharapkan memiliki kemampuan untuk selalu mengembangkan bahan ajar, sehingga bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa; dan b) Sebelum mengembangkan bahan ajar, seyogyanya dilakukan analisis kurikulum sehingga bahan ajar yang dikembangkan tidak menyimpang jauh dari kurikulum.


Daftar Pustaka

Amstrong, Farhan. 2013. Pengertian bahan Ajar dan Macam-Macam Bahan Ajar. Tersedia pada http://remajasampit.blogspot.com. Diakses pada tanggal 2 september  2014.
Astantry, Ristya. 2014.  Pengembangan bahan ajar LKS dalam proses melajar mengajar Penjasorkes bagi siswa kelas V di SD Islam Ta’allumul Huda Kecamatan Bumiayu tahun pelajaran tahun ajaran 2012/2013. Tersedia pada Http://Journal.unnes.ac.id/sju/index.php/pes. Diakses hari senin tanggal 8 september 2014.

Gagné, Robert M., Leslie J. Briggs, and Walter W. Wager. 1992.  Principles of Instructional Design: Fourth Edition. USA: Harcourt Brace Jovanovich Collage Publishers.
Gall, Meredith D, Joyce P. Gall and Walter R. Borg. 2003. Educational Research. U.S.A: Pearson Education Inc.
Hernawan, Asep Hery., Permasih;  Laksmi, Dewi. 2012. Pengembangan Bahan Ajar. www.file-upi.edu. Diakses pada tanggal 2 september 2014.
Hutajulu, Risma. 2013. Pentingnya Bahan Ajar dalam Kegiatan Pembelajaran. www. bintangpapua.com. Diakses pada tanggal 2 September 2014.
Maryani, Sri 2009. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Interaktif Mata Kuliah Komputerisasi Akutansi (Studi Kasus:MYOB Accounting 17 Pada Modul Banking). http:www.gunadarma.ac.id. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2013.
Nugraha. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks Bervisi Sets, Berorientasi Konstruktivistik. Tersedia pada  Http://Journal.Unnes.Ac.Id/Sju/Index.Php/Jise. Diakses pada hari senin tanggal 5 september 2014.

Prasetya, Wahyu aji . 2011. Pengembangan Buku Ajar Pendidikan Jasmani Untuk SMP  Kelas VII Semester 1 Di SMP  Negeri 8 Malang. Tersedia pada http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/Penjaskes/article/view/16313. Diakses tanggal 3 September 2014.
Primaindriyani. 2014. Pentingnya bahan ajar dalam proses pembelajaran. Tersedia  pada http://primaindriyani.blogspot.com/2014/01/pentingnya-bahan-ajar-dalam-proses.html. Diakses tanggal 4 september 2014.
Semarayasa. 2013. Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Tingkat Motorik Terhadap Keterampilan Smash Gunting pada permainan Sepak Takraw Pada Mahasiswa Penjaskesrek FOK Undiksha. Jurnal Pendidikan Indonesi. Volume 2. ISSN:2303-288X-volume 2, nomor 1, april 2013.
Sudrajat, Akmad. 2008. Konsep Pengembangan Bahan Ajar. Tersedia pada http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/04/konsep-pengembangan-bahan-ajar-2/. Diakses tanggal 6 september 2014.
Syarifah. 2011. Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran bagi Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga dengan Menerapkan Teori Elaborasi. Tesis. Universitas Negeri Malang.
Tomlinson, Brian. 1998. Materials Development in Language Teaching. U. K: Cambridge University Press.
-------, 2012. Materials Development for Language Learning and Teaching. www. journals.cambridge.org. Vol 45/issue 02 April 2012,pp 143-179. Diakses pada tanggal 2 september 2014.
Wassid, Iskandar dan Dadang Sunendar. 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar